Masjid Agung Al-Barkah

Masjid Agung Al-Barkah

Masjid Agung Al-Barkah Bekasi

Terdapat di jantung kota, tapatnya di Jalan Veteran, Alun-alun Kota Bekasi, berdiri satu Masjid megah bernama Masjid Agung Al-Barkah Bekasi.

Masjid Agung Al-Barkah didapati berdiri semenjak tahun 1869, masjid yang semula pembangunannya dirintas oleh tokoh alim ulama ditempat, jadi saksi perjuangan rakyat Bekasi menantang kolonialisme.

Abdul Hadie Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al-Barkah menuturkan, Masjid itu adalah masjid umat, berdiri diatas tanah wakaf seseorang tokoh penduduk kampung 200 Bekasi bernama Almarhum Barun.

“Di waktu perjuangan, masjid ini tidak hanya dipakai menjadi beribadah, tetapi ikut digunakan oleh beberapa pejuang dalam rencana membuat taktik menantang penjajah,” papar Abdul Hadie, Rabu (23/5/2018) kemarin.

Masjid Agung Al-Barkah – Masjid Bersejarah di Bekasi

Tokoh pahlawan nasional kata Abdul Hadie, seumpama KH Noer Ali sering jadikan Masjid Agung Al-Barkah menjadi pusat komando taktik pasukan Hizbullah yang dipimpinnya. Tempat masjid yang ada pas di Alun-alun Kota membuat tempat itu dilihat strategis.

“Beberapa pahwalan atau pejuang Bekasi ini dalam membuat strateginya ada dilingkungan masjid Al Barkah,” kata Abdul Hadie

Seiring waktu berjalan, Masjid Agung Al-Barkah alami banyak pergantian. Sesudah waktu penjajahan, manfaat masjid yang sudah terburu jadi simbol selalu dijaga sampai pada 2004, muncul ide untuk melakukan renovasi dengan besar-besar masjid sarat akan nilai perjuangan itu.

“Seiring waktu berjalan, masjid yang awalan didirikan oleh umat masyarakat seputar lalu, masjid ini pula ada di tengahnya pusat kota di alun-alun, jadi masjid ini disematkan jadi Masjid Agung,” jelas Hadie

Di bawa serta kepemimpinan Wali Kota Akhmad Zurfaih, ide menjadi Masjid Al-Barkah jadi masjid kebanggan rakyat Bekasi diawali, luas masjid yang awalannya cuma 3.000 persegi, diperluas dengan manfaatkan tempat fasos/fasum sampai keseluruhan luasnya sampai 7318 mtr. persegi.

“keseluruhan dari pertama dibuat ada lima kali dikerjakan perbaikan, tetapi perbaikan besar-besaran dikerjakan pada tahun 2004 yang lalu,” jelas Hadie

Saat kurun waktu enam tahun, atau persisnya 2010, project perbaikan Masjid Agung Al-Barkah selesai, Masjid dengan style moderen classic itu bisa menyimpan 1700 jamaah. Sekarang, muka baru masjid kebanggaan masyarakat Bekasi itu jadi masjid termegah sampai jadi simbol Kota Bekasi menjadi bentuk Kota Patriot yang Ikhsan.

“Jika keseluruhan sampai ke halaman Plaza masjid itu dapat menyimpan seputar 3000 jamaah, jika kemampuan di masjid cuma 1700 jamaah,” pungkasnya