Masjid Ampel Surabaya

Masjid Sunan Ampel Surabaya

Masjid Ampel Surabaya dibangun oleh Raden Achmad Rachmatullah pada tahun 1421. Masjid ini dibuat dengan arsitektur Jawa kuno, dengan balutan arsitektur Arab yang kental. Ini jadi bukti peranan Sunan Ampel dalam mengambangkan dakwahnya di Kota Pahlawan ini.

Kehadiran Masjid Sunan Ampel berdiri di tengahnya pemukiman masyarakat. Untuk dapat masuk ke masjid ini, pengunjung dapat lewat lima pintu gerbang, yang ini menjadi lambang dari Rukun Islam. Dari arah selatan, ada di Jalan Sasak ada pintu gerbang pertama yang bernama Gapuro Munggah. Gapura Munggah lambang Rukun Islam ke lima, yakni Haji. Situasi Pasar Seng di seputar Masjidil Haram bisa didapati di seputar gapura ini.

Masjid Sunan Ampel

Selesai melalui Gapuro Munggah, pengunjung akan melalui Gapuro Poso (Puasa) yang terdapat di samping selatan masjid. Gapuro Poso memberi situasi pada bulan Ramadhan. Sesudah Gapuro Poso, pengunjung dapat masuk halaman masjid. Dari halaman ini terlihat bangunan masjid yang megah dengan menara menjulang tinggi. Menara ini masih tetap asli, seperti dibuat oleh Sunan Ampel pada era ke 14.

Gapuro Masjid Sunan Ampel Surabaya

Gapuro selanjutnya ialah Gapuro Ngamal (Beramal). Gapura ini melambangkan Rukun Islam ke-3, zakat. Dari gapura ini seorang dapat bersedekah, hasilnya dipakai untuk perawatan serta cost kebersihan masjid serta makam. Seterusnya ialah Gapuro Madep yang letaknya persis di samping barat bangunan induk masjid. Gapura ini melambangkan Rukun Islam ke-2, shalat mengadap (madep) ke kiblat.

Gapuro Masjid Sunan Ampel
technicaltalk.net

Gapura ke lima Gapuro Paneksen, adalah lambang dari Rukun Islam yang pertama yakni Syahadat. Paneksen memiliki makna kesaksian, bersaksi jika tanpa Tuhan tidak hanya Allah serta Muhammad ialah utusan Allah. Gapuro Paneksen ini jadi pintu gerbang masuk ke makam Sunan Ampel.

Kehadiran masjid serta makam Sunan Ampel adalah bangunan tua bersejarah yang masih tetap terpelihara dengan baik. Susunan bangunan masjid ada tiang-tiang penyangga memiliki ukuran besar serta tinggi yang terbuat dari kayu. Masjid ini jadi menjadi daya tarik sendiri buat wisatawan serta beberapa peziarah yang hadir dari beberapa daerah di Indonesia.