Masjid Saka Tunggal – Produsen Kubah Masjid

Riwayat Masjid Saka Tunggal Baitussalam

Masjid ini dibuat pada tahun 1288 Miladiyah seperti angka yang terpahat di hanya satu tiang di masjid ini. Maknanya Jika Masjid Saka Tunggal ini dibuat Seputar lima era sesudah pembangunan Candi Borobudur, lima tahun sebelum Kerajaan Majapahit berdiri, serta dua era sebelum masa wali songo. Sampai sekarang ini Masjid Saka Tunggal (1288) ini terdaftar menjadi masjid paling tua di Indonesia.

Walau selama ini belum diketemukan info mengenai keterikatan masjid ini dengan Kerajaan Singosari (1222-1292), tetapi tahun pembangunan masjid ini (1288) ialah waktu kekuasaan Kerajaan Singosari. Belumlah ada info pula mengenai apa lokasi Desa Cikakak di kabupaten Banyumas tempat masjid ini berdiri, saat itu pula adalah lokasi Singosari ataulah bukan.

Masjid Saka Tunggal

Catatan riwayat nasional mengatakan aktvitas kerajaan itu ada di timur pulau Jawa termasuk juga momen penyerbuan pasukan Kubilai Khan dari dinasti Yuan (china) ke tanah Jawa tahun 1293, dengan arah untuk menghukum Kertanegara, Raja Singosari yang sudah melukai Meng Chi, utusan Kubilai Khan ke Singasari untuk minta upeti.

Mereka digunakan Raden Wijaya untuk menaklukkan Jayakatwang, Sesudah Kediri roboh, Raden Wijaya dengan strategi cerdas ubah mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa, serta membangun Majapahit.

Masjid Saka Tunggal

Riwayat Masjid Saka Tunggal (1288) selalu dihubungkan dengan Tokoh penebar Islam di Cikakak, bernama Mbah Mustolih yang dijelaskan hidup di waktu Mataram Kuno Dalam syiar Islam yang dikerjakan, Mbah Mustolih jadikan Cikakak menjadi “markas” dengan diikuti pembangunan masjid dengan tiang tunggal itu. Beliau disemayamkan tidak jauh dari masjid Saka Tunggal.

Hal itu memang memusingkan mengingat jika Masjid ini dibuat tahun 282 tahun sesudah Mataram Kuno roboh oleh serbuan Kerajaan Sriwijaya tahun 1006. Apalagi, riwayat kita mencatat jika Mataram Kuno berpedoman Agama Hindu bukan agama Islam.

Terkecuali jika yang disebut ialah: jika Mbah Mustolih ialah keturunan dari bagian keluarga kerajaan Mataram Kuno atau keturunan dari masyarakat Mataram Kuno generasi kesekian yang telah beragama Islam, dan jadi penebar Islam di Cikakak.

Semakin lebih membingunkan kembali jika Mataram Kuno yang disebut ialah Mataram yang dibangun oleh Panebahan Senapati (lanjutan dari Kesultanan Pajang), lalu terpecah jadi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat serta Kasunanan Surakarta. Mengingat Jika Alas Mentaok sendiri yang disebut cikal akan Mataram islam, baru dibuka oleh Panebahan Senapati di tahun 1556 atau 268 tahun sesudah Masjid Saka Tunggal Berdiri.

Bisa saja pengaitan Mbah Mustolih dengan Mataram kuno ini dikaitkan dengan unsur Kejawen masih tetap cukuplah menempel pada masjid serta kebiasaan muslim Cikakak. Namun tidak pas untuk mengkaitkan Kejawen serta kebiasaan muslim Cikakak dengan Mataram Kuno mengingat kurun waktu di antara kedua-duanya terpaut teramat jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Kontak Kami
SMS
Telp
WA