Mengenal Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Tak Kunjung Sepi Lebih Dalam

Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah- Negeri Malysia dari segi populasi dan teknologi mulai berkembang. Tidak hanya itu wisata religi seperti Masjid hadir dengan tampilan elegan, tidak hanya untuk tempat beribadah saja. Namun, ternyata juga memiliki fungsi simbolis kebanggaan bagi masyarakat Negeri Melayu tersebut.

Ternyata Negeri Malaysia sendiri juga memiliki wisata religi yang indah. Wisata religi tersebut terletak di mana?

Berikut wisata religi atau sebuah masjid yang memiliki pesona indah yang bisa Anda kunjungi:

Di tengah tengah ibukota Negara Bagian Selangor, terdapat sebuah masjid yang bisa Anda kunjungi. Bangunan indah dan memiliki pesona ini, yakni Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz di Negara Malaysia yang bisa Anda kunjungi.

Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz, banyak kabar ternyata termasuk bangunan terbesar kedua di Asia Tenggara. Untuk peringkat pertama Masjid Istiqlal, yang berada di kota Betawi, Jakarta Tanah Tercinta Kita Indonesia.

Masjid ini memiliki kemegahan, kemewahan, dan yang lainnya. Pasti Anda ingin berkunjung ke sana.

Kemegahan Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz

masjid sultan salahuddin abdul aziz shah malaysia, kemegahan masjid sultan salahuddin abdul aziz shah
islamicboard.com

Banyak yang berkunjung ke sana, Masjid ini tampak indah. Karena, bangunan ini memiliki kubah masjid yang menjulang tinggi 51 meter serta bergaris tengah dengan ukuran 109 meter.

Tak hanya itu, banyak berita atau informasi yang telah kami dapatkan Masjid Sultan Salahuddin merupakan sebuah bangunan dengan kubah masjid terbesar di Dunia bukan se-Asia lagi. Kubah masjid ini bercorak dengan warna biru cerah.

Dari warna biru tersebut, sehingga tak heran dari sinilah julukan Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz diberi julukan Masjid Biru. Warna inilah yang membuat tampak indah, tak hanya siang malampun juga. Yang membuat indah adalah tata cahaya lampu tersebut, dan juga menyejukkan mata segenap publik masyarakat dan pengunjung Kota Shah Alam.

Arsitetktur Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah

masjid sultan salahuddin abdul aziz,
www.skyscrapercity.com

Secara keseluruhan, Masjid ini secara keseluruhan mirip dengan gaya arsitektur di Negeri Turki, Dinasti Mamluk. Bisa dilihat dari bentuk kubah masjid raksasa, dan cenderung silinder pada bagian bawah kubah Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz.

Namun, mereka membuat modifikasi pada pola-pola yang menghiasi permukaan kubah masjid tersebut. Ukiran berbentuk floral yang rumit, bentuk geometris belah-ketupat berwarna selang-seling putih dan biru dipilih. Membuat spesial adalah kubah masjid tersebut terkesan modern dari eksterior nya.

Eksterior Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah

masjid sultan salahuddin abdul aziz, sejarah masjid sultan salahuddin abdul aziz shah,
www.islammaps.com

Kubah pada bagian bawah mereka hiasi juga dengan seni kaligrafi yang indah. Karya seni itu merupakan juga buah tangan seorang dalam keahlian kaligrafi berasal Negera Mesir, yakni Syekh Abdul Munik Muhammad Ali Al-Sharkawi.

Bahan dasarnya sendiri dari alumunium yang terpilih untuk ukuran kubah raksasa, dan anti-karat. Nah, dari sinilah kubah masjid ini memiliki daya tahan kuat hingga 100 tahun.

Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz tersebut tidak hanya pada gaya bangunan kubahnya saja tampak indah, ada juga empat menara yang berada tiap sudut bangunan utama Masjid. Keempatnya, berbentuk seperti pensil raksasa yang berujung lancip.

Jika kita lihat pensil lancip tersebut, mengingatkan pada kita hasil mahkarya dari Miman Sinan (Arsitek terbesar dari Zaman Turki Usmaniyyah) pada abad ke-16.

Baca Juga Tentang: Zaman Turki Usmaniyyah  

Masing-masing menara Bangunan Masjid tersebut menjulang tinggi dengan ukuran 142,3 meter. Pada setiap ujung, ditutup dengan bentuk kerucut berwarnakan biru seperti kubah masjid utama. Hal terebut warna dominan abu-abu, mengikuti warna pada bangunan masjid.

Tidak hanya itu ada tiga buah balkon pada masing-masing menara. Pada buku rekor dunia, Guiness World Record pernah juga mencatat Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz dinyatakan yang tertinggi di Dunia, karena adanya menara-menara tersebut. Untuk di era ini, gelar menara tertinggi dipegang oleh Masjid Hassan II di Kasablanka, Maroko.

Jika Anda datang ke sana melihat, tak jauh dari pintu utama. Terdapat sebuah kolam yang dihiasi dengan air mancur. Sedangkan, ruangan tempat shalat, Anda akan disambut dengan aula depan tempat berdirinya bangunan belasan pilar.

Masjid ini terdapat Aula, yang dimana dinaungi atap-atap kecil berbentuk piramida berwarnakan biru dengan penyannga pada tiap pilar. Bentuk ini terkesan seperti bangunan Melayu. Maka terlihat bangunan Masjid ini tampak memadukan corak khas dari Turki dengan Melayu dan Budaya era Modern abad 20-an.

Interior Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah

www.toa.jp

Sedangkan pada bagian interior, tampak berkesan cerah timbul dari kaca-kaca atap dan pada jendela patri sama kayak kubah utama berwarnakan biru. Benda tersebut serasi, sebab dominasi antara warna putih yang melekat pada tembok bangunan utama.

Pengunjung dan termasuk Anda akan terkesan tenang, sebab sistem pencahayaan dan ventilasinya memendarkan warna biru pada kaca pada masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz.

Keindahan juga memancarkan dari bagian dalam kubah raksasa. Bentuk lingkaran terlihat sangat sempurna, dengan warna dominan cokelat keemasan. Sedangkan yang lain seperti pada permukaan, tedapat motif corak geometris seperti daun teranyam.

Bagian pinggir juga terdapat gambar kaligrafi yang begitu indah dengan corak warna kuning yang cerah dan berlatarkan warna biru. Ada juga lampu kristal berukuran besar menggantung dengan anggun.

Pengambilan Nama Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah

pengambilan nama masjid sultan salahuddin abdul aziz shah, masjid sultan salahuddin abdul aziz shah,
twitter.com

Setelah kita membicarakan mengenai eksterior dan interior masjid. Nama masjid ini mengambil dari nama Sultan Salahuddin Abdul Aziz, yang merupakan sosok pemimpin Melayu ini pada tanggal 14 Februari 1974 menjadikan Shah Alam.

Tak hanya itu, juga sebagai ibukota baru negara-bagian Selanggor. Untuk menunjang fungsi kota Shah Alam, maka diperlukan sebuah masjid resmi, baik itu sebagai ruang publik atau simbol prestise Selanggor.

Pembangunan Masjid Sultan Salahuddin bermula pada 1982 di atas lahan seluas 14 hektare. Enam tahun kemudian, masjid ini diresmikan serta dibuka untuk umum.

Masjid ini terbuka bagi Muslim maupun non-Muslim, dengan ketentuan berpakaian dan berperilaku sopan islami. Memang, keindahan Masjid Sultan Salahuddin telah menjadi daya tarik pariwisata di negara-bagian Selanggor.